Suasana khas pesisir kota Jepara menyambut kedatangan kami di Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU). Dalam rangka seminar nasional bertemakan Cara Cepat Menjadi Game Developer Produktif, UNISNU mengundang kami sebagai pembicara utamanya. Kami mengirimkan dua wakil sekaligus, CEO Maulidan Bagus dan COO Ramadhany Candra. Kami berbicara banyak hal, mulai dari ranah keilmuan desain game dan teknik manajemen pekerjaan di studio game.

 

 

Materi awal kami buka dengan salah satu teori yang seringkali kami gunakan untuk merancang game kami, Bartle Taxonomy. Berdasarkan teori ini, pemain itu dapat dibagi dalam empat golongan, antara lain: Killers, Achievers, Explorers, dan Socializers. Saat ini, khusus untuk pasar Steam, kami menargetkan pemain dengan tipe Achievers dengan game bergenre simulasi dan manajemen. Pemain dengan tipe ini sangat suka mengumpulkan pencapaian-pencapaian dalam game.

Pembahasan berikutnya yakni terkait dengan tantangan industri game saat ini. Seperti yang sudah banyak orang ketahui, pasar mobile adalah idola saat ini, khususnya lagi di Indonesia. Sudah banyak game mobile yang meraih sukses besar, seperti Tahu Bulat, Tebak Gambar, dan masih banyak lainnya. Maka dari itu seseorang yang ingin terjun ke industri ini harus benar-benar siap menelurkan produk yang memiliki Unique Selling Point yang kuat.

 

 

 

Sesi terakhir seminar ini ditutup dengan penanda-tanganan kerja sama antara Maulidan Games dan UNISNU. Setelah itu kami mendapatkan kesempatan berkeliling daerah-daerah industri khas Jepara, khususnya industri kain tenun. Tidak lupa juga kami dapat menikmati jamuan makanan khas pesisir pantai yang begitu melimpah dan segar. 

 

Similar Article