Setelah sebelumnya kami berkunjung jauh hingga ke Jepara, kali ini kami mendapatkan undangan oleh Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI) ke Gresik. Kami berkesempatan mengisi materi mengenai Monetisasi Dalam Industri Game, Bagaimana Mendapatkan Uang Dengan Membuat Game. Seminar ini juga masih merupakan bagian dalam acara UISI Logic Competition 2017 di mana ini adalah tahun keduanya.

 

 

Seminar yang kami isi dihadiri oleh seluruh peserta Logic Competition yang semuanya masih pelajar SMA/K sederajat. Beberapa dosen juga ikut menemani kami yang kali ini diwakili oleh COO Ramadhany Candra. Kami membuka materi dengan perkenalan studio dan melanjutkan ke materi inti yang juga menjadi pertanyaan bagi banyak kalangan, bagaimana sih menjual game itu,.

Produk game memiliki dua model cara mencari uang yang biasa dijalankan oleh studio pada umumnya, yakni Business-to-Business (B2B) dan Business-to-Consumer (B2C). Mungkin pembaca tahu mengenai game Tahu Bulat buatan Own Games? Studio Bandung tersebut menjalankan model bisnis B2C di mana Tahu Bulat dapat diunduh langsung oleh pemain melalui pasar digital Playstore. Kami sendiri juga menjalankan model bisnis ini dengan menjual Lobster Empire, Legion Tale, dan Multishop Tycoon Deluxe di pasar Steam.

Sedangkan untuk B2B adalah dengan mengerjakan proyek-proyek game yang dipesan ataupun dijual ke perusahaan lain. Misalnya seperti saat kami mengerjakan game untuk Armor Games dan Y8. Keduanya memiliki platform besar untuk memainkan game secara gratis, tetapi mereka membutuhkan studio game untuk mengisi koleksinya. Maka mereka sebagai perusahaan membeli game ke studio-studio developer yang menawarkannya.

 

 

Similar Article