Tahun 2016 menjadi momen perdana bagi Maulidan Games untuk membuka kesempatan bagi siapa saja yang ingin melakukan praktik magang di studio game yang tersohor di Surabaya ini. Tercatat ada sekitar 14 peserta magang yang terjaring dari hasil seleksi. Mereka terlebih dahulu harus mengikuti proses seleksi melalui tes online sesuai dengan dua bidang minat yang dipilih.

 

Mereka dibagi kedalam beberapa posisi sesuai dengan keahlian masing-masing, diantaranya 1.) programmer; 2.) graphic artist; 3.) 2d animator; 4.) Level designer, dan 5.) game tester. Sebelum mulai melakukan praktik magang, terlebih dahulu mereka harus mengikuti sesi briefing yang diadakan pada Sabtu, (16/01/2016) di GERDHU (Gedung Creative Digital Hub).

 

pembekalan sistem kerja di Maulidan Games

 

Suasana briefing berlangsung hangat. Sesi diawali dengan perkenalan masing-masing peserta magang. Mereka berasal dari berbagai perguruan tinggi yang tersebar di beberapa kota, mulai dari Surabaya, Malang, hingga wilayah Madura. Para peserta menjalankan praktik magang dengan tenggang waktu yang bervariasi, mulai 1 bulan hingga 2 bulan.

 

Setelah perkenalan, acara dilanjutkan dengan penjelasan mengenai sistem dan aturan kerja praktik yang berlaku di Maulidan Games. Secara umum, Maulidan Games memberlakukan sistem take home, yaitu peserta diperbolehkan mengerjakan tugas yang diberikan di luar kantor. Peserta diwajibkan hadir di kantor saat diadakannya briefing milestone maupun menyerahkan hasil pekerjaan mereka. Jadual kelas maupun milestone harian dapat mereka lihat secara online. Para peserta dikenakan sistem double jobdesc. Dengan sistem tersebut, mereka melakukan tugas sesuai posisi yang diterima dan posisi pilihan dengan proporsi 70 : 30. Untuk fungsi pengawasan, Maulidan Games menerapkan sistem sensei. Artinya, masing-masing posisi memiliki satu orang mentor yang bertugas memfasilitasi dan memberikan arahan untuk peserta magang. Sensei memiliki wewenang untuk menilai hasil pekerjaan mereka dan memberikan tugas harian untuk peserta dibawah  bimbingannya. 

 

Kedepannya, mereka akan mengerjakan 2 macam tipe proyek. Tipe pertama adalah Triple Tier Game. Mereka mendapat kesempatan untuk melakukan asistensi terhadap tim utama Maulidan Games dalam proyek game yang terbagi dalam 3 macam standar kualitas (tier), mulai level 3 (tipe game yang paling sederhana) hingga level 1 (tipe game dengan tingkat kesulitan kompleks).


Sedangkan untuk tipe kedua, mereka mendapatkan kesempatan untuk terlibat dalam proyek yang lebih ambisius. Mereka ditantang untuk dapat membuat sebuah game yang dapat dimainkan di berbagai platform, yaitu web dan mobile. Apakah mereka mampu untuk mencapai target tersebut? Let's see then.
 

Artikel Selanjutnya : Yuk, Simak Aktivitas Para Peserta Magang di Maulidan Games

Similar Article