OOP ( Object Oriented Programming ) adalah sebuah paradigma pemrograman yang berorientasikan pada sebuah objek. Dasar – dasar OOP yaitu Class, Object, Encapsulation, Polymorphism dan Inheritance.

 

Class adalah kumpulan atas definisi data dan fungsi – fungsi dalam suatu unit untuk suatu tujuan tertentu. Contohnya “ Class of Car “ adalah suatu unit yang terdiri atas definisi – definisi data dan fungsi yang menunjuk pada berbagai mancam perilaku/turunan dari mobil. Class juga bisa didefinisikan sebagai kemajemukan atau keseluruhan dari sebuah object.

 

Object adalah Instance dari sebuah Class. Contohnya ada sebuah Car yang hanya didedikasikan memiliki properti model, tahun dan mileage. Kita tidak bisa menambahkan properti lebih pada class mobil, oleh karena itu kita harus membuat object atau instance dari class mobil. Contoh “ Mobil Lamborghini 2010 dengan jarak tempuh 250,000 km dan memiliki top speed 350 km/h adalah milik ayahku “.

 

Inheritance adalah kemampuan sebuah class untuk menurunkan property atau method yang dimilikinya kedalam class lain. Tujuannya untuk menghindari duplikasi kode program dan reusable code. Ada 5 tipe inheritance, yaitu :
  1. Single Level Inheritance : yaitu inheritance yang hanya satu level, dari satu Superclass ke satu Subclass
  2. Multiple Inheritance : yaitu class yang memiliki 2 Superclass.
  3. Multilevel Inheritance : seperti gambar diatas.
  4. Hierarchical Inheritance : yaitu saat ada satu class yang dijadikan Superclass dan class lainnya/lebihnya adalah Subclass.
  5. Hybrid Inheritance : yaitu kombinasi dari 2 atau lebih type inheritance diatas.
Gambar 1. Contoh inheritance dalam kehidupan

 

Polymorphism adalah kemampuan sebuah object untuk mempunyai banyak bentuk atau mengungkapkan banyak hal melalui satu cara yang sama. Polymorphism ada dua tipe, yaitu Overloading dan Overriding.
  1. Overloading : suatu keadaan dimana beberapa method memiliki nama yang sama namun parameter method-nya berbeda.
  2. Overriding : suatu keadaan dimana method mempunyai nama yang sama dan fungsionalitas yang sama. Namun cara kerja fungsionalitas berbeda.

 

Encapsulation digunakan untuk mengatur struktur class dengan cara menyembunyikan alur kerja dari class tersebut. Atau bisa disebut membungkus properti atau method dari suatu class. Ada empat Access Modifier ( hak akses ) dalam encapsulation, yaitu :
  1. Public : dapat diakses dari class lain termasuk class turunan
  2. Protected : tidak dapat diakses dari class lain, namun bisa diakses oleh class turunan
  3. Private : hanya dapat diakses oleh class itu sendiri
  4. Internal : hanya bisa diakses oleh class dalam satu package
 

Similar Article