Tim Maulidan Games mendapat kehormatan untuk mengisi seminar teknologi yang diselenggarakan di Politeknik Negeri Malang (POLINEMA), Sabtu, 12/12/2015. Seminar yang dihelat oleh Himpunan Mahasiswa Teknologi Informasi POLINEMA ini mengusung tema "From Gamer to be Developer". Tercatat sekitar 250 mahasiswa hadir dalam acara tersebut. Seminar yang berlangsung selama 3 jam ini dimoderatori oleh Putra Prima A, S.T., M.Kom selaku dosen di institut tersebut.

 

Dua pembicara dihadirkan dalam seminar ini. Pembicara pertama adalah Maulidan Bagus A. Rasyid. Beliau merupakan founder dari Maulidan Games, studio yang meraih gelar Game Developer of The Year dalam ajang Game Developer Gathering tahun 2015.  Sedangkan pembicara kedua adalah Febri Abdullah, S.Kom yang merupakan co-founder dari Simpleton Games. Salah satu game buatannya yang berjudul "Galactic Rush" menyabet gelar juara 2 dalam kompetisi Nokia Lumia Apps Olympiad.

 

Maulidan diberi kesempatan untuk mengisi sesi pertama dalam seminar tersebut. Momen ini terasa spesial bagi beliau karena agenda tersebut merupakan seminar pertama yang diisinya di luar kota Surabaya. Maulidan  menceritakan pengalamannya dalam membangun game studio yang telah dirintisnya 4 tahun lalu. Maulidan menekankan pendekatan framework dalam membangun game. Pendekatan ini dinilai menguntungkan, sebab dapat mempersingkat waktu development game yang umumnya memakan waktu lama hingga berbulan-bulan. Dari efisiensi yang dilakukan, maka kuantitas game yang dihasilkan dapat lebih banyak. 

 

Maulidan saat memberikan materi 

Maulidan memiliki alasan mengapa ia melakukan hal tersebut. Ia mengatakan bahwa tidak setiap game yang dirilis akan menguntungkan dari segi pasar, baik itu dari segi harga maupun jumlah pemain. "Setiap game memiliki takdirnya sendiri-sendiri," ujarnya. Maka, menjadi masuk akal bila ia berusaha memproduksi game sebanyak mungkin demi memperbesar peluang keberhasilan usahanya. Jumlah game yang banyak juga dapat menjadi data yang relevan untuk membaca kondisi pasar melalui riset dan analisis statistik.

 

Acara menjadi semakin menarik saat Maulidan menunjukkan kebolehannya membuat game langsung di tempat dalam waktu singkat. Ia membuat sebuah game clicker sederhana dalam waktu 30 menit. Dalam proses coding, ia mendemokan penggunaan Framework Diamond versi 3.0. Framework itulah yang selama ini menjadi kunci kecepatan produksi game yang dihasilkan studionya. Ia membuat game tersebut menggunakan Flash AS3, kemudian di-compile kedalam format Android menggunakan Adobe AIR. Dalam waktu kurang dari 30 menit, ia  berhasil membuat game tersebut hingga jadi. Tak cukup sampai disitu, ia juga memberi tutorial singkat tentang tata cara publikasi game di Play Store.

Demo pembuatan game "Click The Star"


Pembicara kedua memberikan pengalamannya dalam mengembangkan game "Galactic Rush". Ia memberikan tips-tips mendevelop game agar menarik bagi pemain. Ia juga memotivasi para mahasiswa agar percaya diri mencoba semua peluang yang ada, misalnya mengikuti kompetisi atau merilis game di online store.

 

Di penghujung acara, sang moderator, Bapak Prima berharap dengan acara ini mahasiswa mendapatkan gambaran tentang seluk beluk dunia game development dan pengaplikasian keilmuan informatika didalamnya. Ia mendorong mahasiswa agar lebih aktif untuk belajar dan berani mencoba tantangan untuk bisa lebih maju.

Similar Article