Kompetisi startup yang diadakan dalam rangkaian acara ID Connect 2017 menjadi yang perdana bagi Maulidan Games. Biasanya kompetisi yang kami ikuti hanya di bidang-bidang teknologi dan gim, seperti Compfest, GDG 2015, INAICTA, dan beberapa lainnya. Kali ini kami berinisiatif untuk ikut terjun dalam acara-acara bertemakan startup. Hasilnya pun cukup membanggakan, kami bisa membawa pulang gelar juara kedua.

 

 

Cukup aneh juga memang, ketika sebuah studio gim seperti kami berkompetisi dengan teman-teman startup lain yang notabene memiliki produk yang berorientasi pada masalah. Bandingkan dengan gim, apakah ia adalah produk yang fokus untuk menyelesaikan masalah? Tergantung. Tetapi pada kebanyakan gim, sebenarnya fokusnya hanyalah menghibur. Kami punya satu istilah developer gim jenis ini, Libertarian, startup gim yang berkarya untuk sekedar menyenangkan para pemainnya.

Lalu kenapa kami bisa menang pada kompetisi startup? Padahal dampak produk yang kami pamerkan tidaklah semenonjol kompetitor lain. Banyak yang membawakan startup-nya yang memiliki solusi untuk mengatasi permasalahan sosial dan pendidikan. Stigma masyarakat terhadap gim, terutama Indonesia, juga kami rasa masih tidaklah baik. Tetapi kami tetap unggul di kompetisi ini. Bahkan juara ketiga di kompetisi inipun juga merupakan startup dengan produk gim. 

 

 

Satu hal yang kami rasa ada pada kami, para startup gim, yang menjadi nilai lebih di mata para juri adalah kepercayaan diri yang kuat pada produk yang kami kembangkan. Pengalaman merilis dua gim Steam dalam setahun serta dua judul lain, Lobster Empire dan Aquaponics Life, yang menyusul dalam waktu dekat, membuktikan betapa tim kami begitu produktif dan solid. Ini adalah nilai lebih bagi para calon investor, kami yakin bahwa kualitas tim lah yang menentukan kesuksesan sebuah startup

Kami mempertontonkan tim sebagai salah satu kelebihan besar. Kami tidak menekankan pada produk untuk unjuk gigi, tetapi justru kualitas tim yang kami tawarkan pada juri-juri yang sebagian besar memiliki mindset investor. Mau bagaimanapun model bisnis sebuah startup, asalkan timnya merupakan orang-orang yang berkomitmen besar maka peluang suksespun akan tetap terjaga. 

 

 

Kami juga menyisipkan salah satu nilai yang kami pegang teguh mengenai gim sebagai masa depan dunia pendidikan. Gim memang memiliki cabang Serious Games, tetapi kualitas seperti apa yang bisa diterima oleh segmen pasar midcore dan hardcore seperti Steam? Kami merasa ada celah di sana, melalui gim dengan genre simulasi dan manajemen. Kesuksesan Gamedev Tycoon mungkin menjadi salah satu komparator yang ingin kami tiru. 

Beberapa poin lain yang kami bawakan antara lain seperti pengalaman, pengetahuan serta riset akan pasar yang ditarget, serta produk yang sudah siap. Semuanya kami bawakan dengan tidak mengecualikan pemahaman teoritis mengenai desain game, salah satu pekerjaan tersulit di sebuah studio gim. Betapa tidak, desainer gim yang akan menentukan kesuksesan sebuah produk. Kalau dia tidak serius, maka studio gim bubarpun bukan tidak mungkin, apalagi untuk pasar sekelas Steam.  

Similar Article