‘Jajanan’ kaki lima - sebuah pemandangan lumrah bagi orang-orang yang pernah tinggal maupun berkunjung ke Asia Tenggara. Umumnya dijual di sebuah gerobak sederhana ataupun stan-stan, makanan ringan nan lezat ini sangat populer terutama di negara seperti Indonesia, negeri asal developer indie Maulidan Games. Baru-baru ini mereka merilis game perdana mereka di Steam dengan judul Multishop Tycoon Deluxe, sebuah game manajemen ‘jajanan’ kaki lima.

Gambar 1 Siang hari yang terik di area pantai: Pengunjung sangat menyukai stan makanan kita!

Mekanik inti Multishop Tycoon Deluxe adalah perpaduan antara konsep idle-clicker dan game manajemen kasual. Pemain bertindak sebagai manajer dari sebuah perusahaan makanan kaki lima yang sedang menanjak. Target akhir pemain yakni menjadi taipan tersukses dalam sebuah kota fiktif. Untuk meraih hal tersebut pemain cukup melakukan beberapa hal simpel, seperti: membangun stan, memilih produk makanan ringan, menentukan harga dan kuantitas, serta promosi-promosi perusahaan. Semua hal tersebut menggambarkan fase awal dari sebuah hari dalam game Multishop Tycoon Deluxe. Hal-hal tersebut merupakan bagian terbaik dari game ini, termasuk dimana kamu harus memutuskan makanan apa yang dijual, mencari investor, upgrade stan, hingga kustomisasi stan dengan pilihan yang tersedia.

Semua fitur tersebut cukup memuaskan tetapi terbatasi oleh fokus game sebagai sebuah permainan kasual. Statistik penjualan, misalnya, terlalu simpel dan tidak memberikan cukup informasi mengenai impak dari pilihan kamu. Lalu upgrade seperti Skilled sellers atau Facebook campaigns, tidak jelas bagaimana hal-hal tersebut memberikan pengaruhnya kepada bisnis kamu sebagai pemain.

Gambar 2 Banyak sekali opsi marketing! Tetapi dampaknya apa pada perusahaan?

Kembali lagi, setelah semua persiapan selesai, sesaat setelah kamu menekan tombol start, kamu bisa mulai menonton bagaimana proses uang mengalir masuk ke perusahaan kamu. Saya tekankan pada kata-kata ‘menonton’ karena saat hari dimulai itulah Multishop Tycoon Deluxe menampakkan kekurangan terbesarnya: tidak ada yang bisa dilakukan pemain. Pemain tertahan dan dipaksa menonton pelanggan-pelanggan yang berlalu-lalang dan melakukan transaksi pembelian.

Sama sekali tidak ada interaksi dan hal ini terulang setiap hari, pemain tidak dapat melakukan perubahan apapun di tengah-tengah permainan. Saat hari usai, kamu akan memperoleh laporan pendapatan, pengeluaran, dan makanan yang terjual. Lalu tidak ada opsi untuk skip animasi ataupun mempercepat waktu, kamu harus menontonnya setiap hari dalam game selama kurang lebih 25 detik.

Gambar 3 Area Hill tampak lebih ramai daripada biasanya. Kalau saja kita bisa memasok kembali stan-stan makanan di siang hari!

Multishop Tycoon Deluxe memiliki beberapa elemen game yang cukup bagus sebenarnya. Misalnya ia berhasil membawakan alur sebuah game mobile kasual seperti memancing pemain untuk terus mengumpulkan uang, mengejar upgrade stan, ataupun untuk mengejar level lebih tinggi. Pendek kata: sistem progresif dengan elemen unlock dan level-up cukup memuaskan.

Game juga cukup mudah dan tidak memberikan banyak ruang untuk kesalahan-kesalahan, membuatnya sangat cocok untuk gamer kasual. Skala game juga cukup luas untuk sekedar mengisi waktu luang: dua belas area unik dari pantai hingga rumah sakit, beragam macam kereta makan untuk dibuka dan dikustomisasi, serta banyaknya pilihan makanan untuk dijual, mulai dari makanan cepat saji khas barat hingga resep-resep tradisional lokal seperti rendang, sate, dan nasi goreng.

Grafis yang simpel memang terasa kurang dari segi detil dan animasi, namun warna-warninya cukup stylish untuk menjalankan tugasnya, begitu pula desain suara dalam game. Tidak mungkin untuk tidak menyadari bahwa developer merupakan pengembang di era game browser ketika melihat grafis jenis ini.

Gambar 4 Rendang adalah makanan tradisional yang berasal dari Indonesia

Kesimpulannya, Multishop Tycoon Deluxe  tampaknya belum berhasil memenuhi ekspektasi: tidak cukup manajemen sebagai sebuah game tycoon dan tidak cukup ‘clicking’ sebagai sebuah game idle-clicker. Developer Maulidan Games perlu menambahkan aktifitas untuk menghindari kebosanan pemain dan membuat mekanik game yang lebih transparan: seperti bagaimana fitur marketing dan cuaca mempengaruhi bisnis dalam game?

Ditambah lagi, fitur investasi dan hari spesial yang kemunculan acak, tidak memberikan pemain cukup kebebasan bereaksi. Setelah memainkannya, saya merasa Maulidan sepertinya memiliki rencana lebih besar untuk game ini di awal pengembangannya tetapi terpaksa harus memotong beberapa bagian. Namun demikian, apabila kamu mencari sebuah game yang mudah, santai, serta dibumbui sedikit budaya Asia Tenggara, mungkin kamu bisa mencoba Multishop Tycoon Deluxe!

(Artikel ini pertama kali dipublikasikan dalam bahasa Inggris. Isinya diterjemahkan oleh by M Hildi Radya Nararya dengan seizin dari sang penulis.)

 

Similar Article