Salah satu aspek polishing yang penting agar membuat game tampak menarik adalah adanya unsur cerita. Tanpa keberadaan cerita, bermain game umumnya jadi terasa hambar. Sebuah cerita membawa pemain masuk ke alam imajinasi yang memberikan sensasi yang lebih hidup, seolah pemain turut masuk dan merasakan suasana di dalamnya. Hal tersebut kerap kami terapkan dalam game-game produksi kami. Nah, beberapa waktu kedepan kami akan merilis sebuah game turn-based strategy yang bertajuk Legion Tale. Dalam devblog kali ini, saya akan mengulas tentang aspek cerita dalam game Legion Tale.


 

Sekilas tentang Kisah Legion Tale

Legion Tale mengisahkan perjalanan seorang prajurit biasa dari kerajaan Skarleta bernama Alan dalam menghadapi musuh yang mengancam kedamaian di benua Agia, tempat tinggalnya. Tokoh musuh yang bernama Dark Lord tersebut mengincar tiga buah kristal ajaib yang tersebar di benua Agia. Ia percaya bahwa kristal tersebut memiliki kekuatan yang dapat memuluskan kepentingannya. Namun, sayangnya ia berusaha memperolehnya dengan cara kekerasan.

 

 Sketsa Ilustrasi Dark Lord dan pasukannya

 Sketsa Ilustrasi Dark Lord dan pasukannya

Dengan bantuan makhluk demi human, Dark Lord menumbangkan satu persatu tiga wilayah kerajaan di mana kristal tersebut tersimpan, yaitu Skaraleta, Zerin, dan Atzur. Alan turut menjadi korban saat Skaraleta menjadi kerajaan pertama yang diserang pasukan  Dark Lord. Dalam keadaan pingsan tak berdaya, ia ditolong oleh seorang pengembara bernama Wiseman dan seorang tabib bernama Harmis. Keduanya akan menyertai Alan dalam perjalanan mengumpulkan bala bantuan untuk mengalahkan musuh.

Bukan perkara mudah bagi Alan untuk mengalahkan Dark Lord dan pasukannya sendirian. Maka, ia harus mengumpulkan bala bantuan dari setiap kerajaan, yaitu Skarleta, Zerin, dan Atzur. Namun kendala yang dialaminya juga cukup pelik. Sebab jauh sebelum kedatangan Dark Lord, ketiga kerajaan sudah lama terlibat perselisihan satu sama lain. Perselisihan mereka juga ada hubungannya dengan keberadaan kristal tersebut. Akibatnya hubungan antara mereka menjadi tidak akur dan memicu perang yang berkepanjangan. Hal itu menjadi tantangan tersendiri bagi Alan untuk menyatukan mereka.

 

Bersatunya para Ksatria

 

Sebagian Karakter yang akan muncul dalam Legion Tale

 

Untuk melaksanakan misinya, Alan ditemani oleh Wiseman dan Harmis. Ibarat Gandalf dalam film The Lord of The Ring,Wiseman digambarkan sebagai tokoh bijak yang berperan sebagai navigator tokoh utama. Wiseman juga memiliki peran penting saat upaya mengeluarkan kekuatan kristal. Sementara itu, Harmis menjadi kawan setia Alan yang selalu menyertainya dalam setiap pertempuran.

Dalam perjalanannya, Alan akan bertemu dengan tokoh-tokoh lain di setiap kerajaan yang dilewatinya. Ada Hans, seorang bocah berambut merah yang bertemu Alan saat Alan menyelamatkannya dari bandit-bandit jahat. Kekagumannya pada kehebatan Alan mengantarkannya untuk turut mengikuti perjalanan Alan dan menjadi bagian dari timnya. Ada pula tokoh dari kerajaan lain, misalnya Jenderal Venda dari kerajaan Zerin yang memiliki misi untuk mengambil alih kembali kastil mereka dari tangan demi human. 

Tokoh-tokoh tersebut nantinya akan bergabung menjadi tim Alan dalam menumpas musuh yang menerjang. Mereka kerap harus bertarung dengan bandit yang membuat kekacauan. Mereka juga harus berhadapan dengan pasukan demi human yang mencoba menangkap maupun menyerang mereka. Sebagai pemain yang mendukung jalannya cerita, kamu berperan mengatur strategi berperang Alan dkk agar bisa mencapai tujuan atau taget yang ditetapkan di setiap stage permainan. Setiap ksatria memiliki kekhasan masing-masing yang harus kamu pertimbangkan.

Pembaca mungkin penasaran, apa sih tujuan Dark Lord merebut ketiga kristal bertuah tersebut? Masalah apakah yang sejatinya menyebabkan ketiga kerajaan di Agia berselisih? Bagaimana cara mengalahkan Dark Lord?

Nantikan jawabannya setelah Legion Tale resmi dirilis di Steam tak lama lagi. Jangan lupa sematkan Legion Tale ke wishlist kamu!

Similar Article